banner

Senin, 19 November 2012

Tips Memilih Kayu Untuk Bass Anda

Memilih Kayu Untuk Bass

Penting sekali bagi kita untuk mengetahui jenis kayu apa yang dipergunakan pada body bass, selain kita mengetahui jenis kayu yang digunakan untuk neck.
Setiap jenis kayu dipercaya akan menghasilkan warna suara yang berbeda.
90 % material yang dipergunakan untuk sebuah instrumen petik adalah kayu. Secara umum berdasarkan warna suaranya atau tone wood jenis kayu bisa digolongkan kedalam dua tipe yaitu hard woods dan soft woods.

Hard Woods
Yang termasuk hard woods atau tipe kayu yang keras diantaranya adalah
Walnut, Ebony, Hard Maple, Koa, Rosewood, Paduak, dan Wenge .
Hardwood memiliki karakter sound yang lebih bright dan perkusif. Jenis kayu maple dan rosewood biasanya dipakai untuk pembuatan neck dan fingerboard. Meskipun berkarakter bright, rosewood biasanya cenderung lebih warm dan gelap dibanding kayu maple yang lebih cenderung berkarakter punchy dan perkusif.

Penggunaan kayu tipe hard woods untuk neck atau fingerboard disebabkan perlunya kayu yang keras untuk menahan ketegangan senar di atasnya. Diperkirakan kekuatan tarikan senar bass pada posisi tuning standart kurang lebih adalah 40 kg. Selain itu, bentuk neck yang kurus dan panjang membutuhkan kayu yang kuat supaya tidak bengkok.

 Soft Woods
Soft woods atau tipe kayu yang lembut memiliki karakter sound yang lebih warm atau empuk. Di antaranya adalah Swamp ash, Basswood, dan Alder. Kayu Mahogany yang juga dipergunakan untuk pembuatan body pada bass tergolong medium hard woods. Karena karakter sound yang dihasilkan mendekati hard woods, namun tidak terlalu bright.
Biasanya sebuah bass dibuat dengan mencampur berbagai jenis kayu untuk mendapatkan kualitas suara yang diinginkan oleh pembuatnya. Perpaduan inilah yang akan menghasilkan karakter sound pada sebuah bass.

Pemilihan jenis kayu pada sebuah bass akan memiliki karakter sound yang dikeluarkan. Jadi jelas musik jenis apa yang kita mainkan idealnya disesuaikan dengan jenis kayu pada bass tersebuat, karena ini pastinya akan membuat permaianan bass kita maksimal dan nyaman ketika kita memainkan pada jenis lagu yang sesuai dengan karakter bass itu sendiri.

Jika kita sering memainkan atau menggemari permainan slap, jelas kita harus memilih bass yang memiliki jenis kayu hard woods, karena akan menghasilkan sound yang punchy dan perkusif. Jika kita menggunakan jenis kayu soft woods pada permainan slap, pasti membutuhkan perangkat penunjang lain atau melakukan ekualisasi yang ekstrim pada ampli, karena karakter punchy nya tidak muncul.

Dari sumber lain :

BODY

Kebanyakan body gitar bass terbuat dari kayu. Body ini dibuat sedemikian rupa agar bisa digabungkan dengan neck bass baik itu secara bolt on ataupun set neck. Akan tetapi apabila design dari bass tersebut adalah through-neck, maka body ini dibuat menjadi dua sayap yang kemudian digabungkan ke sisi-sisi dari neck tersebut.

Bahan-bahan untuk body ini bermacam-macam. Sampai sekarangpun masih di perdebatkan yang mana bahan yang terbaik untuk membuat sebuah body bass. Sebuah kayu haruslah mempunyai kriteria sebagai berikut untuk dijadikan sebuah body. Diantaranya adalah karakter suara yang baik, mudah untuk dibentuk, mempunyai kestabilan dan menerima dengan baik finishing yang diberikan.

Untuk pilihan pada pangsa pasar Low End, kayu Basswood adalah yang paling sering digunakan. Pangsa pasar yang lebih tinggi lebih memilih kayu Alder, Mahogany dan Ash. Kemudian untuk tampilan banyak digunakan kayu Flamed Maple, Birdseye Maple, Quilted Maple, Spalted Maple, Wenge, Red Wood, Zebrawood dan Paduak. Akan tetapi kayu-kayu ini jarang digunakan untuk di jadikan sebuah body dikarenakan harganya, stocknya dan juga karakteristik nadanya. Contoh bass yang menggunakan Solid Flame Maple adalah Pedulla yang membuat seri MVP dan Fretless Buzz.


Beberapa perusahaan juga membuat bahan-bahan alternatif dari solid Perspex. Body yang terbuat dengan bahan ini akan kelihatan menarik, akan tetapi body mempunyai berat yang berlebih. Perusahaan Jerman yang bernama Sandberg menawarkan bass model ini kepada bassist Rammstein yang bernama Oliver Riedel. Lain lagi dengan Ibanez yang membuat bass seri Ergodyne nya dengan body yang terbuat dari bahan Luthite. Bahan ini adalah buatan manusia yang rasanya, suaranya dan beratnya mirip dengan kayu yang ideal. Berbeda dengan perusahaan Steinberger yang memecahkan masalah dari sebuah body yang terbuat dari kayu, perusahaan ini membuat bass tanpa body yang di pasangkan ke neck. Jadi yang terlihat adalah sebuah bass yang terdiri hanya dari neck saja.

Dan ini sumber lain lagi gan....

1. Alder

Kayu ini jenis kayu yang ringan dan memiliki sound yang warm. Kayu ini biasanya digunakan untuk gitar vintage dengan 3 pickup. Tetapi pada dasarnya kayu ini kurang memiliki corak kayu yang indah, jadi pada penyelesaiannya sering menggunakan warna solid.

2. Basswood

Ringan dan memiliki karasteristik sound yang warm dan sangat mirip dengan alder.sound yang dihasilkan oleh kayu ini memang bagus, tnemun beberapa jenis kayu ini cenderung tidak memiliki kekerasan yang cukup , sehingga memerlukan perawatan khusus.

3. Poplar

Kayu yang ringan dan memiliki corak yang lembut ini sering di finishing dengan cara pengecetan. Kayu ini memiliki karakteristik sound yang sama dengan Alder dan Basswood.

4. mahogani

Jenis kayu ini memang cenderung berat dan keras dengan corak terbuka agak kemerah-merahan. Sound yang dihasilkan oleh jenis kayu ini cendeerung bright, sustain yang baik dengan attack yang kuat.

5. Ash

Bewarna terang dengan berat sedang dan corak kayu yang atraktif . memiliki karakteristik suara yang cenderung pada bright, namun punch pada nada bass.

Kayu ini biasanya dipakai untuk body Bass.

6. Maple

Indah, berat, dan sound yang tebal dan attack yang bervariasi. Bisa memperbaiki sound dari kayu yang berkarakter tumpul dengan melapisnya dipermukaan body.

yang ini diliat dari ratingnya :

Bass di buat dari kayu sebagai material utama, karena kayu mempunyai kemampuan untuk beresonansi dengan baik.Selain itu bisa juga kayu di pilih karena beratnya (mau ringan ato mau berat), warna dan seratnya (seratnya indah berliku-liku dan sebagainya), atau juga karena daya tahannya ato kekuatannya ( biasanya jadi pilihan kalo untuk neck)

Berikut ini, gue cantumin karakter resonansi yang dihasilkan oleh kayu.
ini ada karakter dan deskripsi dari setiap tonewood.

No. Nama kayu Treble Mid Bass Berat Kekerasan Keterangan
1. Alder 6 7 6 ,medium ,soft-med ,Nicely balanced dry tone, rich mid.
2. Mahogany 5 7 8 ,med-heavy ,soft-med ,Warm and rich mid & low, clean and smooth high.
3. White Ash 8 5 7 ,heavy ,hard ,Punchy low and edged high. very aggresive sound.
4. Swamp Ash 8 4 6 ,Ex.light ,Soft ,Extremely light weight, very dry sound.
5. Hard maple 7 6 5 ,heavy ,Ex.hard ,Attacky tone with quick response, nice balance with mahogany back.
6. Soft Maple 7 6 5 ,Medium ,Medium ,Beautiful quilted/flamed grain, nice balance with mahogany back.
7. Padauk 8 5 5 ,Heavy ,hard ,Bright and dry sound with tight bottom.
8. Bubinga 6 7 9 ,Ex.heavy ,Ex.hard ,Very chunky, heavy bottom. heaviest wood.
9. Walnut 7 8 6 ,heavy ,hard ,Plenty of mids, warm tone.
10. Koa 6 8 7 ,Med-Heavy ,Med-hard ,Rich and warm mid range.
11. Rosewood 5 8 6 ,heavy ,hard ,Creamy and warm sound with rich body.
12. Ebony 7 7 6 ,heavy ,Ex.hard ,Mostly used for fingerboard, attacky sound.
13. Basswood 6 6 5 ,light ,light ,Wide range balanced tone, close to alder but less body.

Nah untuk neck pasti dipilih kayu2 yang Sangat keras(Ex.hard) tapi gak terlalu berat, Hard Maple udah jadi standard buat neck(maple yang bisa dipake untuk neck adalah Hard Maple dan bird eyes maple, kalo quilted dan flamed maple termasuk soft maple dan gampang bengkok). Warwick biasanya pake kayu wenge untuk necknya yang gue gak cantumkan diatas karena gak ada di sumbernya .tapi karakternya adalah low mid yang kuat...

Kalo soal neck yang thru-neck ato bolt on, thru-neck gak lebih kuat dari pada yang bolt on. cuman bedanya adalah dari sustain yang dihasilkan. Thru-neck sustainnya panjang dan lebih smooth, bolt on soundnya lebih attacky.

Untuk fingerboard, yang umum adalah Rosewood, Maple,dan Ebony. untuk fender dan tobias juga suka pake Pau Ferro(Pau ferro/Mia Farrow) yang warnanya rada2 coklat muda gitu. karakternya bright, sedangkan maple biasanya di pakai untuk mencari sound2 bright. Ebony juga bright, tapi lebih sering dipakai untuk fretless karena keras dan gak gampang rusak di gesek senar.

Untuk body, yang umum adalah alder, mahogany, ash, dan basswood. tapi semua kayu diatas kecuali ebony(lebih cocok untuk fingerboard dan harganya terlalu mahal) bisa di pakai untuk body. Tapi untuk kayu2 berat macamnya bubinga, biasanya jarang untuk full body, biasanya di buat jadi top aja sekitar 5mm-8mm, jadi di laminated dengan kayu lain untuk belakangnya(biasanya yang rada ringan biar pundak lu gak miring sebelah ). Kayu2 untuk Top laminated biasanya dipilih yang mempunyai serat yang bagus (flamed maple, burl maple, quilted maple, spalted maple, flamed koa, dll).

Nah, untuk cari sound yang cocok, biasanya orang2 pilih2 kayu menurut sound yang di hasilkan. Kalo mau cari bass buat slap, yah cari yang kayunya macamnya maple, ash, padauk, ebony. Contohnya: Marcus miller signature, bodynya ash(swamp ash kayaknya), fingerboard maple, dan neck maple. secara keseluruhan soundnya pasti bright dan dry.

Secara umum, kayu yang berat mempunyai sustain lebih baik, sound lebih bright dan artikulasi tone yang lebih jelas. Kayu yang ringan akan sangat nyaman digunakan terutama bila kita memiliki punggung bermasalah, tetapi soundnya dapat berkesan muddy terutama bila kita padukan dengan pickup humbucker.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar